IMPLEMENTASI PROGRAM OPERASIONAL PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING (POP BK) DALAM MEMBENTUK PERILAKU MORAL RELIGIUS SISWA SMK NU MA’ARIF KUDUS
DOI:
https://doi.org/10.21154/ibriez.v5i2.98Kata Kunci:
Implementasi Program Operasional Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling(POP BK),Perilaku Moral Religius Siswa.Abstrak
Ana Faiqoh (NIM. MP-16092). Implementasi Program Operasional Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling (POP BK) Dalam Membentuk Perilaku Moral Religius Siswa SMK NU Ma’arif Kudus. Tesis, Kudus: Program Magister Pendidikan Islam IAIN Kudus. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui implementasi panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling (POP BK) dalam membentuk perilaku moral religius siswa SMK NU Ma’arif Kudus 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling (POP BK) dalam membentuk perilaku moral religius siswa SMK NU Ma’arif Kudus.
Jenis penelitian ini merupakan field research dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling dengan penentuan menggunakan purposive sampling dengan informan sebanyak empat orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, pelaporan data dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini adalah: 1). Implementasi program operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam membentuk perilaku religius siswa melalui kegiatan bimbingan dan konseling dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan, yaitu persiapan bimbingan, pelaksanaan bimbingan, dan evaluasi bimbingan. persiapan bimbingan 2) Faktor yang mendukung dan menghambat Faktor yang mendukung dan menghambat Implementasi Program Operasional Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling (POP BK) Dalam Membentuk Perilaku Moral Religius Siswa SMK NU Ma’arif Kudus adalah Faktor pendukungnya adalah tersedianya media bimbingan yang sesuai dengan isi materi BK, seperti tempat ibadah dan lain sebagainya sehingga ini akan dapat meningkatkan perilaku moral religius dan kemampuan siswa dalam mengaktualisasikan keberagamaannya. Sedangkan factor penghambatnya adalah kurangnya tenaga bimbingan di sekolah, kemampuan teknis bimbingan di sekolah, sarana dan prasarana yang kurang mendukung, organisasi dan administrasi bimbingan.
Referensi
Santrok, John W, Adolescense, Perkembangan Remaja, Erlangga, Jakarta, 2003, Hlm. 45
https://news.detik.com/berita/d-3845912/cerita-siswa-aniaya-guru-di-sampang-hingga-meninggal-dunia,9 (11 Februari 2020 Pukul 22.14 WIB)
https://www.voaindonesia.com/a/sapa-dunia-voa-remaja-amerika-pro-kontra-senjata-/4316085.html (11 Februari 2020 Pukul 22.14 WIB)
Zamaksyari Doffrer, Tradisi Pesantren, LP3ES, Jakarta, 1982, Hlm. 21
A.H. Kahar Ustman, Panduan Ketrampilan Konseling Religi, Hlm 34
Sarlito W.S,psikologi remaja,PT Raja Grasindo Persada,Jakarta,2005,Hlm 74
Al – Qur’an Surat Az-ziyat : 56,Yayasan Penyelenggara Penerjemah Dan Tafsir Al-Qur’an dan Terjemahannya, Kemnentrian Agama RI Jakarta, 2012 Hlm 472
Al – Qur’an Al-Baqarah : 208 Yayasan Penyelenggara Penerjemah Dan Tafsir Al-Qur’an dan Terjemahannya, Kemnentrian Agama RI Jakarta, 2012 Hlm 30.
Dokumentasi Profil SMK NU Ma’arif Kudus, dikutip Tanggal 3 Mei 2018.
Dokumentasi SMK Nu Ma’arif Kudus Di kutip Tanggal 3 Mei2018.
Dokumentasi SMK Nu Ma’arif Kudus Di kutip Tanggal 3 Mei2018.
Wawancara dengan Bambang Rusmanto selaku Koordinator BK SMK NU Ma’arif Kudus, tanggal 3 Mei 2018.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Ana Faiqoh

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.