Peran Kesenian Tradisional Dongkrek Sebagai Media Pendidikan Nilai Moral
DOI:
https://doi.org/10.21154/ibriez.v3i2.86Kata Kunci:
Kesenian Tradisional Dongkrek, Media Pendidikan, Nilai, MoralAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang peran kesenian tradisional dongkrek sebagai media pendidikan nilai moral. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) kesenian tradisional Dongkrek tetap menjaga keaslian Kesenian tradisional Dongkrek; (b) Tata cara pagelaran kesenian tradisional Dongkrek di bagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pra acara, tahap acara inti dan tahap penutupan; (c) Nilai moral yang terkandung dalam kesenian tradisional Dongkrek diantaranya adalah nilai kebersamaan/gotong royong, nilai keindahan, nilai kebenaran,nilai kebaikan, nilai tanggung jawab,nilai ketaatan, nilai keburukan atau kejahatan, nilai kejujuran, nilai kepercayaan; (d) Kesenian tradisional Dongkrek yang ada di Sanggar Krido Sakti tidak hanya sebagai ritual dan hiburan saja, tetapi dapat dijadikan sebagai media pendidikan pada waktu mengadakan latihan ataupun pagelaran; (e) Masyarakat Desa Mejayan sangat mendukung dikarenakan fungsi kesenian tradisional Dongkrek dinilai sangat potensial sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat.
Kata kunci: kesenian tradisional dongkrek, media pendidikan, nilai, moral
Referensi
Bastomi, Suwaji. Wawasan Seni. Semarang: IKIP Semarang Press, 1992.
Budiningsih, Asri. Pembelajaran Moral: Berpijak Pada Karakteristik Siswa Dan Budayanya. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Gazalba, Sidi. Antropologi Budaya Gaya Baru: Untuk Perguruan Menengah Islam, Perguruan Menengah Umum Tingkat Pengetahuan Menengah. Jakarta: Bulan Bintang, 1974.
Liliweri, Alo. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara, 2007.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
Pahlevi, Farida. “REAKTUALISASI PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MORAL BANGSA INDONESIA.” Al-Adabiya : Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 9, no. 1 (2014): 21–44.
Sudarsono, RM. Seni Pertunjukan Indonesia Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002.
Sukarnoputri, Megawati (presiden Republik Indonesia). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pub. L. No. UU No 2 Tahun 2003 (2003).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2018 Farida Sekti Pahlevi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.