ANALISIS KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI DEEP LEARNING
DOI:
https://doi.org/10.21154/ibriez.v11i01.824Kata Kunci:
deep learning, kesiapan guru, berpikir tingkat tinggi, kompetensi pedagogikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan guru Sekolah Dasar di Kota Serang terkait implementasi pendekatan deep learning dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan deep learning di SDN Taktakan 02. Studi kasus dipilih karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang jelas mengenai kondisi, tantangan dan tingkat kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis deep learning. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru serta kepala sekolah SDN Taktakan 02 sebagai subjek penelitian yang dipilih secara purposif karena memiliki pengalaman dalam penerapan deep learning. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Untuk menjamin keabsahan temuan, digunakan uji triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN Taktakan 02 tergolong prgresif karena memiliki pemahaman konseptual yang baik mengenai deep learning sebagai pendekatan yang menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, pengalaman bermakna, dan refleksi. Dimana guru mulai mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut dalam Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), meskipun masih menghadapi kendala keterbatasan waktu, ide kreatif, dan penguasaan teknologi. Dalam pelaksanaan, guru menerapkan strategi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui model pembelajaran berbasis proyek dan masalah, serta memanfaatkan media digital dan sumber belajar kontekstual. Selain itu, guru telah mengembangkan modul ajar yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan menerapkan penilaian autentik yang menilai proses maupun hasil belajar. Tiga faktor utama yang memengaruhi kesiapan guru adalah kemampuan, kemauan, dan motivasi, yang berkembang melalui refleksi, kolaborasi, dan pelatihan berkelanjutan. Secara keseluruhan, guru SD di Kota Serang menunjukkan kesiapan yang baik secara konseptual dan motivasional, namun masih memerlukan penguatan kompetensi teknis dan pedagogik agar implementasi deep learning berjalan efektif dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Oman Farhurohman Oman, Firda Hayati Firda, Rahma Syifa Annisa Rahma

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.