Eksistensi Tunagrahita dalam Pembuatan Batik Ciprat

Penulis

  • Hikma Khilda Nasyiithoh IAIN Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.21154/ibriez.v4i1.65

Kata Kunci:

batik ciprat, Tunagrahita

Abstrak

Kesan tunagrahita sebagai pribadi yang tidak mandiri seperti terbantahkan ketika melihat keadaan kampung peduli tunagrahita yang berada di Desa Simbatan,  Nguntoronadi  Kab. Magetan. Tunagrahita yang banyak ditemui di Desa Simbatan dihimpun menjadi satu oleh pemerintah desa dan dinas sosial serta diberikan pelatihan pembuatan batik ciprat. Penelitian  ini bertujuan untuk  mendeskripsikan eksistensi tunagrahita di Desa Simbatan dalam membuat batik ciprat. Penelitian ini termasuk ke dalam  jenis deskriptif kualitatif, dengan  memperoleh data hasil penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang tunagrahita di Simbatan mampu menghasilkan  karya berupa batik ciprat. Pembuatan batik dilakukan dengan cara mencipratkan malam (bahan pewarna membatik) ke kain dengan menggunakan kuas. Dipilihnya batik ciprat karena yang memungkinkan tunagrahita bisa mengerjakannya dengan mudah. Selain menghasilkan karya kain batik ciprat, karya lain yang dihasilkan berupa taplak meja dan sepatu kain dengan motif batik ciprat.

Biografi Penulis

  • Hikma Khilda Nasyiithoh, IAIN Ponorogo

    Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo

Unduhan

Diterbitkan

2019-06-28

Cara Mengutip

Eksistensi Tunagrahita dalam Pembuatan Batik Ciprat. (2019). Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 4(1), 79-86. https://doi.org/10.21154/ibriez.v4i1.65