IMPLEMENTASI MULTIPLE INTELEGENT RESEARCH (MIR) DALAM PERSPEKTIF GENDER EQUALITY, DISABILITY, AND SOCIAL INCLUSION (GEDSI) DI SEKOLAH INKLUSI
DOI:
https://doi.org/10.21154/ibriez.v7i2.286Kata Kunci:
Multiple Intelegent Research (MIR), Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), Sekolah InklusiAbstrak
Di Indonesia saat ini, tidak banyak sekolah yang mengembangkan kecerdasan masing-masing siswanya. Guru mengajar tanpa memperhatikan kecendrungan gaya belajar siswa. Terdapat satu sekolah di Ponorogo yang tidak demikian, karena sekolah ini menerapkan multiple intelegences. Multiple intelegences memegang teguh prinsip bahwa tidak ada anak yang tidak cerdas, setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing. Pendidikan inklusif juga tidak terlepas dari konsep Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) yang bercita-cita menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi pendekatan GEDSI dalam pelaksanaan MIR dan penerapan pendekatan GEDSI dalam pelaksanaan MIR di SD Immersion. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian adalah studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber primer dan skunder. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi di SD Immersion. Data sekunder diperoleh dari artikel-artikel yang terkait penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemetaan kecerdasan siswa menggunakan MIR, SD Immersion telah menerapkan pendekatan GEDSI. Pelaksanaan MIR maupun pendekatan GEDSI dalam pendidikan mengedepankan iklusivitas siswa. Pelaksanaan MIR di SD Immersion juga telah mencakup empat aspek kesetaraan, yaitu akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat.
Referensi
Arafah, Abdul Latief Arung, Lusi Widiyastuti, Heru Juabdin Sada, and Saiful Bahri. “Multiple Intelligence Dalam Prespektif Pendidikan Islam.” Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 2 (2021): 319–48.
Arends, Richard I., and Ann. Kilcher. Teaching for Student Learning: Becoming an Accomplished Teacher. New York: Routledge, 2010.
Arifin, Zainal. Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
Ayuningrum, Iis Dyah. “Multiple Intelligences: Optimalisasi Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis 8 Kecerdasan.” Widyabastra?: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia 7, no. 2 (2019): 6. https://doi.org/10.25273/widyabastra.v7i2.5938.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Gender Analysis Pathway (GAP): Alat Analisis Gender Untuk Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan Negara Republik Indonesia, 2008.
Baderiah. Pengembangan Kurikulum. Palopo: Lembaga Penerbit Kampus IAIN Palopo, 2018.
Creswell, Jhon Ward. Research Design (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed). Yogyaakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
D., Kustawan. Pendidikan Inklusif Dan Upaya Implementasinya. Jakarta: PT Luxima Metro Media, 2012.
Danim, Sudarwan. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia, 2002.
Darma, Indah Permata, and Binahayati Rusyidi. “Pelaksanaan Sekolah Inklusi Di Indonesia.” Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 2 (2015): 223–27. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13530.
Gardner, Howard. Intelegence Reframed: Multiple Intelligences for The 21 Century. New York: Basic Book, 2000.
Ilahi, Moh. Takdir. Pendidikan Inklusif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013.
Innovation for Indonesia’s School Children (INOVASI). Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) Strategy (INOVASI Phase II). Jakarta: Innovation for Indonesia’s School Children (INOVASI), 2020.
Istiningsih, and Ana Fitrotun Nisa. “Implementasi Multiple Intelligences Dalam Pendidikan Dasar.” Al-Bidayah?: Jurnal Pendidikan Dasar Islam 7, no. 2 (2015): 182–96. https://jurnal.albidayah.id/index.php/home.
Mardiana, Tria, Septiyati Purwandari, Arif Wiyat Purnanto, and Agrissto Bintang Aji Pradana. “Multiple Intelligence Research as An Alternative of Learning Design.” Urecol Journal. Part A: Education and Training 1, no. 1 (2021): 43. https://doi.org/10.53017/ujet.62.
Muafiah, Evi, Ayunda Riska Puspita, and Vivi Velanita Wanda Damayanti. “Gender Equality and Social Inclusion (GESI) Pada Dua Sekolah Inklusi Di Ponorogo.” Musawa: Jurnal Studi Gender Dan Islam 19, no. 1 (2021): 141–56.
Mumpuniarti. “Adaptasi Proses Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus,” 2011.
Munif, Chatib. Sekolahnya Manusia. Bandung: Kaifa Learning, 2015.
Noryani, Isnani Ida. “Implementasi Permainan Navigasi Arah Dalam Mengembangkan Kecerdasan Visual-Spasial Anak Usia Dini Di RA NU Mawaqi’ul Ulum Desa Medini Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.” IAIN Kudus, 2019.
Priatmoko, Sigit. “Strategi Implementasi Pembelajaran Inklusif Gender Di Madrasah Ibtidaiyah.” PROCEEDING: The 3rd Annual International Conference on Islamic Education 3 (2018).
Putri, Willa. “Pendidikan Berbasis Multiple Intelligences.” Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. 1 (2018): 634–51. https://doi.org/10.32505/ikhtibar.v5i2.555.
Salim, Abdul. “Pengembangan Model Modifikasi Kurikulum Sekolah Inklusif Berbasis Kebutuhan Individu Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 16, no. 7 (2010): 21–34. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i7.504.
SD Immersion. “Profil Sekolah (Selayang Pandang).” SD Immersion, 2022. https://www.sdimmersionpo.sch.id/profil-sekolah/.
The Australian Government’s Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) Strategy (Prepared for The Cyber and Critical Tech Coorporation Program). Melbourne: Department of Foreign Affairs and Trade, 2021.
Tirtarahardja, La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Ayunda Riska Puspita, Hafidz Rosyidiana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.